Archive for September, 2005

MAKA PADA SUATU PAGI

Wednesday, September 28th, 2005

Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.

HUJAN BULAN JUNI

Wednesday, September 28th, 2005

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon

berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu

di jalan itu

Tak ada yang lebih arief dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

di serat akar pohon berbunga itu

Thursday, September 22nd, 2005

Senja itu, kita…
; Ayyesha

bicara tentang cinta, tak lelah bibir ini berkata,
mengurai semua asa, semua rasa, melebihi luasnya samudera.

jika padanya sebegitu indah,
bagaimana jika pada-Nya?

                                           satu spektrum warna menghiasi cakrawala jingga kita (~_^)

*written by AuraSinai

R I N A I
; Sinai

bantu aku turunkan hujan dalam hatiku
                                      ;deraskan saja

lelah pada panjangnya jalan
                                    ; buat hatiku melepuh

Yang Tertinggal

Wednesday, September 21st, 2005

Adakah kenangan yang masih kau ingat?

saat jejak telah jauh melangkah

meninggalkan bait-bait asa dan romantika

menyimpan cita  penuh nuansa

jika memang sudah taqdirNya

entah kapan dan dimana

titik-titik kenangan pasti akan berkumpul

menjelma satu kenyataan

bahwa kita masih bersama…

(220905)

Subhanallah…

Alhamdulillah…

apalagi yang dapat kuucap.

jika Allah telah mempertemukan orang2 yang pernah mengisi kisi-kisi ruang hati bertahun lalu ?

Ada A’ Radyka, yang lusa mo wisuda, eh sumpah jadi dokter deng. Alhamdulillah…Kakakku yang gendut, yang jutek, galak klo adeknya dapet nilai dibawah 6 saat ulangan exact, yang hobby sepak bola biarpun g ada beda sama badannya (ups…i/m sorry bro:D)tapi jenius, juara umum terus. dan hobby nraktir mie ayam…berapa tahun gak ketemu ya Bro…, 6?komunikasi jga sempet terputus lama. Alhamdulillah…

Ada NaRuhimaT…

kepala suku waktu kelas 1 & kelas 3 SMU. klopun sekelas distrap guru, g masalah, wong yang bikin error nya KM sendiri kok:)kepala suku sekarang jauh di seberang euy, kerja di jepun kabarnya. weks, dah ada 4 tahun lebih ga komunikasi semenjak lulus. Semoga istiqomah disana ya Bro!

Puas bgt tuh kepala suku curhat, untung bisa pake voice, klo pake telepon antar negara kan lumayan, hampir sejam bo!

nice class, error class, wali kelas yang ok punya, biarpun cuma27orang…duh…kangen…pengen ketemu bu Ida…Mr.Arifin dll…wuaaa…SMUNESPA, I Miss U…

e…ni lagi ga sengaja nemuin file photo anak2 OSIS Kahazefa Suxitas97 (gank nya pak Jenggot) yang notabane lumayan deket juga ma aku. Subhanallah..,kangen Euy, biarpun masih tinggal satu kota, susah sekali ketemu…

Rabb…semoga suatu saat, kau pertemukan kami dalam JannahMu…Ami…N

Ijazah Vs IjabSah

Tuesday, September 20th, 2005

Sepertinya sudah menjadi target idealis para aktivis:D

K K N

apaan tuh?

apalagi klo bukan KULIAH…KERJA…NIKAH…

Like my sweety alami kemarin.

Sweety dah punya kerja kecil-kecilan hasil ngeles kiri kanan. Kuliah tepat waktu, pas 4 tahun. Sabtu wisuda, dapet ijazah, ahad langsung IjabSah, diwisuda mertua.

Aku dah dikabarin sweety klo dia mang gi proses. tapi tetep saja pas denger hari H nya, its so surprise. langsung deh telepon sweety, curhat lagi kayak dulu. duh…jadi kangen…

pas hari H sweety dapet ijazah, Subhanallah…lihat wajahnya berbinar-binar banget. bercahaya. masih dengan tersipu-sipu seperti biasa, digodain anak-anak.

trus langsung cabut ke rumah sweety yg ternyata jauuuhhh…bgt, pas mata mulai terpejam, jalan mulai zigzag…bantu2 persiapan sweety. tuh anak tenang bgt, kayak yang gak menghadapi hari besar aja.

esok…

ahad 18′09′05

beberapa pernikahan terakhir yg kuikuti tak pernah membuatku mengeluarkan air mata. terakhir nangis tuh…tahun 2003 klo g salah, pas abah sama ummi merit. habis si abah histeris gitu sih pas sungkeman, kita kan jadi ikutan nangis juga…

denger khutbah nikah sweety yg sundanesse bgt, kayaknya gimanaaa gitu.

trus pas sungkeman, udah deh, bagian motret jadi berkabut, langsung lari menghampiri teteh Imoet, nangis.

bukan apa-apa sodara, bukan panas or apa! Aye inget Ortu!hiks…

but the day is so beautiful.

Sweety tampak bahagia

apalagi yang dinanti

KKN udah…

sekarang tinggal menanti hari, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah…

Amiiin

Barakallahu Laka, wa baroka’alaika, wa jama’a bainakuma fii khoiir…

*nyoreang mangsa antara Cipadung-Soreang, 17-18′09′05

Yang Tlah Pergi

Tuesday, September 20th, 2005

Kau tlah pergi…
tinggalkan maaf yang tak terucap
dan takkan kembali…
tersimpan sudah…
janjiku dihati…

sebait lirik lagu lawas milik Caffein yang sempet hits beberapa tahun lalu tiba-tiba saja kembali menghentak.
Ah…
sungguh…
jikapun pernah ada rasa kesal itu..
hanya sebuah keheranan, bagaimana mungkin ia bisa bersikap seperti itu?
takkah ia ingat kenangan indah kami saat awal-awal kuliah dulu? empat serangkai deh. T’yen, yun, dia, aku…
ketika kabar terhantar…
saat raganya tak lagi setegar dulu…
aku hampir tak peduli…
meskipun doa Insyaallah masih sempat terucap.
Tapi…
saat ia benar-benar pergi…?
Allah…
Engkau Maha Tahu…
jikalau hati yang pernah kau ikat dalam ukhuwah karena-MU ini, senantiasa menyimpan cinta untuknya. semua kesal, heran hanyalah pelampiasan kekecewaan hamba-MU yang lemah ini.
berikan tempat terbaikMU baginya ya Rabb…
sampaikan salam cinta kami kepadanya.
Ami…N

*mengenang SLH

MISS

Monday, September 12th, 2005

Dimana…

akan kucari

aku menangis
seorang diri

hatiku selalu ingin bertemu

untukmu aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta

aku ingin bernyanyi

walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah

aku ingin berjumpa

walau hanya dalam
mimpi…

Lihatlah…

hari berganti…

namun tiada seindah dulu

datanglah
aku ingin bertemu

untukmu
aku bernyanyi

BARAKALLAHU LAKUM

Monday, September 12th, 2005

(1) BARAKALLAHU LAKA (10′09′05 / siang)

MESTI ADA CINTA*

Manusia memiliki benih cinta; Pada setiap keindahan
Dari Yang Maha Indah; Dua sisi muara mata cinta
Tebing curam cinta nafsu; Dan taman cinta suci

Bencanalah; Bila berarang jelaga (cinta…)
Damailah; pabila bersemi cinta

     Cinta…mestilah ada
     Untuk menghamba Yang Maha Pencinta
     Cinta…mestilah ada
     Pada semua makhluk di dunia

     Cinta…mestilah ada
     Berkilau indah di hati mulia
     Cinta…mestilah ada
     Mekar terbina terasa nikmatnya

(* MestiAda Cinta, dari album ke-4 MUPLA, CINTA UNTUK KITA)
(Kado untuk Pak Indra dan Teh Novie)

Barakallahu Laka Wa Baroka’alaika Wa Jama’a Bainakuma Fii Khoiir…
    Hari ini walimatul’ursy nya Pak Ind ma Teh Novie. Subhanallah…begitu mengharu biru dah pokoknya. Setelah perjalanan yang termat panjang dan melelahkan, akhirnya bapakku yang bijak itu menemukan tambatan hatinya lewat proses yang Alhamdulillah cepat dan lancar.
    Ah…di lereng Tangkuban Parahu yang tenang, angan kami mengumbar. Mengingat pak Indra adalah mengingat ketenangan telaga yang hening. Hadirnya adalah angin sejuk bagi kami yang sering kali terbuai dalam suhu kebersamaan yang panas. Bagi saya pribadi, beliaulah yang membuka kesempatan untuk mengenal sisi lain hidup saat saya terpuruk. termpat curhat uang bijak, yang kehadirannya selalu kami rindukan.
(weisss…serius euy bahasanya)
    Berjuta rasanya deh pas kemarin tahu bapak mo merit. Gimana nggak, masa aku yg paling terakhir tahu…?Pan biasanya juga suka curhat. (ternyata salah sendiri, susah dikontak, bapak dah sms jauh-jauh hari g ketahuan:( )Wah, langsung deh loncat dari sekre menuju kantornya. eh…orangnya mah malah tenang-tenang saja, Alhamdulillah…
Berangkat ke tempat bapak dengan para senior yang sedang menunggu calon jundi masing-masing. Ada brother lain juga, sebagian naik motor. Pas mo ke pelaminan, celingak celinguk sendiri…masa ma rombongan ikhwan??? But thanks to Ei, dah make me ketawa ketiwi hihihi(tuh poto keren juga ya Ei?)
Alhamdulillah…sang nyonya langsung nyambung,
kayaknya ramenya gak kalah ma aye deh, hehehe, pas deh ma si bapak yang
suka so cool calm and confidence.
    Sekali lagi…barakallahu laka wa baroka’alaika wa jama’a bainakuma fii khoir buat bapak dan teteh
semoga ukhuwah ini tidak terenggang, tapi semakin mengencang:-)

SEJATINYA CINTA ADALAH YANG MENGHANTARKAN KITA PADA SANG MAHA PENCINTA
SEJATINYA KASIH ADALAH YANG MEMBAWA KITA KE JALAN PARA KEKASIH
SEJATINYA SAYANG ADALAH YANG MENJADIKAN MALAM KITA TERANG
SEJATINYA RINDU ADALAH YANG MENGHADIRKAN RABB DI QALBU

(mumunggang Tangkuban parahu, 5 rajab 1426 H)

BARAKALLAHU LAKUM (2)

Hari ini juga miladnya MUPLA. Itu…tim nasyid yang nasyidnya dicomot di atas:D.
BARKALLAHU bwt Kang Irfan, Kang Hendra, Kang Zein, Kang Heru, Kang Agus, ‘Da Eri (semakin sibuk ya?:), Kang Vika (met join)…
diniatin mo nonton biar dapet doorprize, eits…malah jadi panitia. hem…seperti beberapa tahun yang lalu…:)

rentang waktu yang terbilang
tak menghalang gerak langkah berjuang
semoga tak surut meski jalan penuh kabut…

Barakallahu lakum
semoga tEtAp IstIQoMaH, + kREaTiF & bERmANfaAT bAGi uMAt.
Ami…N

BERHENTI SEJENAK

Monday, September 12th, 2005

Hidup adalah perjalanan yang teramat panjang
Perjalanan yang terlalu melelahkan untuk dijalani tanpa henti
Berhentilah sejenak agar kepenatan menghilang, kelelahan berkurang, kebencian sirna, keindahan merasuk dalam jiwa, muhasabah dapat dilakukan
Percayalah, bahwa berhenti sejenak dalam perjalanan hidup tidak akan membuat kita terlambat mencapai tujuan
Percayalah, bahwa ia justru akan membuat kita makin bersemangat dan cepat meraih tujuan akhir…

(by Justice Voice New Album, BERHENTI SEJENAK)

Sajak-Sajak d’AmYja

Thursday, September 8th, 2005

DADAHA, BERTAHUN KEMUDIAN

jejak itu masih meninggalkan senyap

; yang gersang seperti bertahun lalu:

saat kulabuhkan semua gundah,

di tempat ini pada pencarian tak berujung

berselimut semu terselubung

hingar itu masih menyisakan sepi

;di tengah bising seperti bertahun lalu:

saat kularikan semua duka pada deraian tawa

tanpa makna

pada himpitan kasih yang membuatku risih

Bah…

tak jua kutemukan cinta itu disini

bagaimanapun aku menyukai tempat ini

(kota kelahiran, 8 April’04)

ROADMAP

Tuhanku,

telah kusublim waktu

dan menyekatnya dalam kesiaan

;tanpa beban

Kekasih,

telah kugunting jemu penantian

dan menciptanya menjadi peta

;pencari jalan pulang

Lirihku telah menjelma senandung

Istighfar

dalam tasbih menjelang fajar

Aku tak tahu,

apakah ia akan menuntunku pada pucuk api-Mu

atau puncak sejuk-Mu

2004

ODE RANAH MANISE

tanyakan pada bening mata

bagaimana bisa ia

mencintai tanah yang sudah

               bersimbah

                             darah

tanyakan pada polos jiwa

bagaimana bisa ia

rindu untuk pulang

padahal pela sudah terkoyak oleh

                            peluru

                                     dan

                                           pedang

katakan padaku, Azka!

bagaimana caranya agar cinta

dapat tumbuh disana!

(maret’04 / dimuat di HU Pikiran Rakyat, Agustus 2004)

WAJAH CAHAYA

;Nur

wajah cahaya itu membuka pagi ini

bersama bagaskara

                          ; yang terpana

pada senyumnya yang mawar

Ia melintasi padang rinduku

dengan jilbab terkibar menyampaikan

senandung tasbih

Angin sejenak terhenti

                               ; terjebak dalam pesona

Ia adalah cahaya putih

yang menyublimkan hati-hati melati

juga membekukan segulung rindu

lewat tatapannya yang kilat

;menjelma dendam yang terpahat

wajah cahaya itu,

melintasi padang waktuku

dengan senyumnya yang paling mawar

(agustus 2004 / dimuat di Annida, edisi 1-14 Desember 2004)

JALAN PULANG KE BUNDA

Bunda,

kecemasanmu telah menjelma

menjadi labirin mata-mata yang terus berkelana,

dimana-mana

Aku takut Bunda,

sungguh…

tak ada lagi tempatku bersembunyi

selain berlari dari hati

Bunda,

dalam lelahku ini,

pangkuanmu menjadi tempat yang seharusnya nyaman

namun tetap saja asing bagiku.

Bunda, masihkan ada jalanku untuk pulang?

(2004)